Masih ingat tentang artikel saya tentang modal menjalankan bisnis internet? Saya yakin anda masih ingat. Dan sekarang saya akan akan berbagi cerita pada anda yang topiknya mengulas kembali soal modal menjalankan bisnis.
Sering saya menerima email, sms dan bahkan via chat langsung dari orang-orang yang mengenal saya lewat internet yang umumnya masih pemula. Mereka bertanya kepada saya seputar bisnis internet, tentang caranya mencari uang di internet, dan tidak sedikit yang bertanya “Berapa sih modal awalnya? Apa tidak ada yang gratisan?” Dan tidak jarang juga yang meminta pendapat tentang apakah bisnis A scam, apakah bisnis B ini bisnis internet terpercaya, dan banyak lagi.
Dan ketika pembicaraan saya sampai pada satu titik dimana saya mengatakan “Anda harus punya modal” maka umumnya mereka membayangkan bahwa modal yang saya maksud adalah “Uang”. Padahal sebenarnya bukan itu yang saya maksud.
Ok, saya tidak akan menceritakan secara detail tentang modal apa yang saya maksud, tapi silakan anda baca cerita nyata berikut ini, dan ambillah pelajaran dari cerita ini di bawah ini.
Beberapa hari lalu, ada seorang teman yang bercerita ke saya. Dia mengatakan bahwa di daerah tempat tinggalnya ada seorang Mantan NAPI / Mantan Penjahat yang ‘katanya’ sudah sadar dan bertaubat yang memberikan pengalaman unik yang bisa mengubah pandangan seseorang tentang ‘modal’ untuk berbisnis apa saja.
Mantan NAPI itu mengatakan bahwa dirinya tersebut bisa dikatakan sebagai sampah masyarakat. Asal usul tidak jelas, keluarganya juga tidak jelas. Dan dia hanya tinggal sendirian dan menghidup dirinya sendiri semampunya. Bahkan saat itu dia terkena vonis 15 tahun penjara.
Akan tetapi, saat di penjara dia merenungi dirinya, mencari solusi dan ingin berubah menjadi orang baik-baik. Saat itu usianya 40-an tahun. Yang menjadi pemikiran terbesarnya saat itu adalah, dengan vonis 15 tahun berarti dia akan berusia sekitar 55 tahun setelah keluar dari penjara. Lalu dia berpikir “Apa yang harus saya lakukan selama di penjara ini supaya masa tua saya di usia 55 tahun nanti bisa hidup menjadi orang baik-baik dan memiliki biaya hidup yang cukup?”
Setelah berpikir keras, akhirnya suatu ‘keajaiban’ terjadi dan nyata. Setelah keluar dari penjara, dia berhasil mengantongi uang Rp. 500 juta.
Apa yang sebenarnya dia lakukan? Apakah berbuat kriminal lagi? Jawabannya tidak. Dan memang sekarang dia telah menjadi orang baik-baik dan hidup seperti orang baik-baik pada umumnya. Dan akhirnya dia juga membagi pengalaman luar biasanya itu kepada orang lain.
Beliau mengatakan bahwa sebenarnya kita manusia ini telah diberi modal yang sangat luar biasa oleh Yang Maha Kuasa. Jika kita menggunakan modal tersebut, maka suatu harapan yang kita impikan bisa tercapai asalkan harapan kita itu baik. Modal yang dimaksud beliau adalah “AKAL PIKIRAN” dan “MEMEGANG ERAT KEPERCAYAAN”!
Beliau menceritakan secara detail bagaimana beliau bisa mengantongi uang Rp. 500 juta itu setelah keluar dari penjara. Saat itu beliau berusaha mengubah sikapnya selama di penjara. Yang akhirnya membuat beliau diperbolehkan untuk keluar – masuk penjara pada saat jam yang ditentukan. Jika beliau keluar dari penjara siang hari, maka sebelum malam beliau harus sudah kembali ke penjara.
Sebenarnya bisa saja beliau melarikan diri saat diperbolehkan keluar dari penjara, akan tetapi beliau sudah bertekad untuk “memegang kepercayaan” yang diberikan pada beliau tersebut. Dan yang beliau lakukan selama di luar penjara adalah bekerja apa adanya. Beliau bekerja sebagai pengangkat air di suatu tempat yang menjual air. Dan beliau menyimpan hasilnya.
Ketika waktunya bekerja, beliau keluar dari penjara, ketika waktu makan tiba, beliau kembali ke penjara. Begitu seterusnya hingga beliau berhasil mengumpulkan uang Rp. 7 juta rupiah dalam waktu sekitar 2 tahun. Setelah itu beliau “berpikir” lagi. “Apa ya yang bisa saya lakukan untuk membuat Rp. 7 juta ini lebih banyak lagi sebagai biaya hidup saya setelah keluar dari penjara?”
Setelah menemukan ide dalam pikirannya, akhirnya beliau keluar dari penjara, berjalan menelusuri pinggiran kota, dan berpikir lagi dan lagi. Beliau melakukan ini beberapa hari sampai akhirnya beliau menemukan ide cemerlang. Beliau menemukan suatu daerah dipinggiran kota itu yang beliau perkirakan bahwa daerah itu beberapa tahun ke depan akan menjadi pelebaran kota. Akhirnya, dengan uang Rp. 7 juta itu beliau membeli sebidang tanah di sana.
Ternyata benar, setelah beberapa tahun, akhirnya terjadi pelebaran kota tepat dimana tanah milik beliau. Tentu saja harga tanah beliau melonjak naik sangat tinggi. Dari situlah beliau bisa mengantongi uang Rp. 500 juta setelah keluar dari penjara. Luar biasa bukan?
Inti dari cerita ini dapat disimpulkan sebagai berikut.
- Uang bukanlah modal utama untuk mencari uang. Modal utama mencari uang adalah “Berpikir”. Jadi… berpikirlah!
- Bekerja keras adalah bentuk tindakan yang paling tepat setelah berpikir. Dan yakinlah bahwa kerja keras anda tidak akan sia-sia.
- Untuk mencapai apa yang anda impikan, waktunya relatif panjang. Jadi.. bersabarlah dan teruslah fokus pada impian anda.
Jadi, bagi anda para pemula yang ingin memulai bisnis internet, tidak ada alasan lagi bahwa anda tidak punya modal. Ingat, modal utama bukanlah uang tetapi anugrah terbesar yang diberikan-NYA pada anda. Yaitu “BRAIN”.. jadi.. berpikirlah!
Ada yang ingin memberi tambahan? Saya ucapkan terimakasih.











